BEC Promo (vertical)
Menjajal Ponsel "Full Touch" BlackBerry 10
Selasa, 4 Desember 2012
dibaca: 1447 kali
BlackBerry 10
BlackBerry 10

KOMPAS.com - Perangkat BlackBerry 10 yang akan diluncurkan akhir Januari tahun depan adalah tumpuan harapan Research in Motion (RIM) selaku pembuatnya untuk bangkit kembali di tengah-tengah industri mobile yang kini didominasi perangkat iOS dan Android.

Salah satu perangkat BlackBerry 10 yang menggunakan interface full-touch screen diposisikan langsung melawan iPhone 5 dan Galaxy S III. 

Untuk melawan duo smartphone terpopuler sejagat tersebut, RIM pun melengkapi BlackBerry 10 dengan sejumlah fitur unggulan. Apa saja? Ikuti hasil penelusuran Kompas Tekno dengan perangkat BlackBerry 10 DevAlpha Rev B di arena BlackBerry Jam Asia 2012 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 29-30 November lalu.

Sebelum itu, perlu dicatat bahwa perangkat BlackBerry 10 DevAlpha Rev B bukanlah perangkat BlackBerry 10 versi final sehingga bentuk fisik serta software miliknya belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya dari BlackBerry 10 nanti.

Bentuk Fisik Dilihat sekilas, perangkat BlackBerry DevAlpha Rev. B ini memiliki bentuk khas smartphone touch screen dengan layar lebar dan sedikit tombol fisik yang diletakkan di sisi atas dan pinggiran perangkat. 

Body perangkat berbentuk kotak dengan sudut-sudut tegas. Tulisan "Dev Alpha B" yang menandakan bahwa perangkat uni bukan produk final tertera di sisi bawah.

Untuk unit kamera, ada dua buah masing-masing di bagian muka dan bagian sisi belakang yang dilengkapi dengan LED flash.

Interface Sistem operasi BlackBerry 10 pada perangkat BlackBerry DevAlpha Rev. B ini masih dipoles terus menerus oleh RIM. Perangkat yang dicoba oleh KompasTekno di Bangkok pun belum menerapkan update terbaru yang memasukkan tampilan icon berbeda.

Tampilan icon pada perangkat ini masih berbentuk frame kotak-kotak yang terlihat kaku, membingkai gambar dan keterangan icon.

Salah satu fitur unik dari interface BlackBerry 10 adalah fungsi "peek" di mana tiap aplikasi menyediakan serangkaian menu yang bisa diakses dengan menggeser (swiping) jari dari arah tepian layar.

Untuk me-minimize aplikasi, pengguna cukup menggeser jendela apikasi ke sisi atas, sementara kalender bisa ditampilkan dengan "menarik" jari dari atas ke bawah.

Oleh pihak RIM, cara ini diklaim lebih intuitif daripada yang terdapat pada sistem operasi saingan sekaligus meniadakan kebutuhan untuk tombol "back" atau "home".

Layar multi-tasking pun bisa diakses hanya dengan menggunakan sapuan jari, dan menampilkan serangkaian jendela program yang terbuka yang bisa diakses dengan mudah. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat dua video di bawah ini.

BlackBerry Hub Salah satu fitur unggulan dari OS BlackBerry 10 adalah BlackBerry Hub yang mengintegrasikan koneksi ke berbagai jaringan sosial seperti FaceBook, Twitter, dan LinkedIn dalam satu tempat. Sayangnya, pada perangkat yang KompasTekno coba, fitur yang satu ini belum tersedia.

Meski begitu, pihak RIM sempat menunjukkan cara kerja BlackBerry Hub dalam keynote pembukaan BlackBerry Jam Asia 2012. Gambar-gambarnya bisa dilihat di bawah.

Melalui BlackBerry Hub, pengguna bisa mengakses berbagai pemberitahuan pesan BBM, SMS, e-mail, berikut akun jejaring sosial yang dimiliki dalam satu tempat, tanpa harus berpindah aplikasi. BlackBerry Hub pun menyediakan filter yang bisa dimanfaatkan untuk menyaring kontak-kontak tertentu, misalnya teman-teman pada FaceBook saja, untuk ditampilkan.

Untuk menampilkannya, pengguna cukup menyapukan jari dari pinggiran layar sebelah kiri ke sisi tengah. 

Karena terintegrasi pada daftar kontak, pengguna bisa melihat siapa saja dalam daftar kontaknya yang memiliki koneksi di jejaring sosial tertentu. Aksi "invite" (misalnya ke BBM atau LinkedIn) bisa langsung dikirim dari BlackBerry Hub. 

Aplikasi ini pun menampilkan semua informasi yang terkait dengan masing-masing orang dalam daftar kontak, seperti nama, profil, dan akun jejaring sosial yang dimiliki.

Keyboard Smartphone BlackBerry terkenal dengan keyboard fisik yang menyajikan pengalaman mengetik optimal. Nah, untuk perangkat BlackBerry 10 ini, biarpun menggunakan interface full-touchscreen, RIM tak mau mengorbankan pengalaman tersebut.

BlackBerry 10 pun menghadirkan fitur Word Prediction yang mampu mendeteksi bahasa yang dipakai pengguna secara otomatis. Berbeda dengan fitur serupa pada beberapa platform lain yang kadang menjengkelkan karena malah memasukkan prediksi yang salah ketika tidak dikehendaki, keyboard virtual milik BlackBerry 10 hanya akan memasukkan prediksi kata ketika diminta oleh pengguna.

Cara memasukkan prediksi kata pun mudah. Pengguna cukup menyapukan jari dari arah tombol keyboard ke atas, dan kata hasil prediksi pun langsung masuk dalam tulisan. Untuk menghapus kata-kata, cukup sapukan jari dari arah kanan ke kiri, mengikuti letak tombol backspace. Banyaknya huruf yang dihapus tergantung kecepatan dan jarak sapuan jari pengguna. 

Berdasarkan pengalaman KompasTekno memakainya, keyboard virtual pada BlackBerry DevAlpha Rev. B ini terasa menyenangkan saat digunakan. Praktis dan tidak menjengkelkan.?

Kamera Unit kamera (8 megapixel kamera utama, 2 megapixel kamera depan) pada BlackBerry 10 juga memiliki kemampuan menarik berupa Time Shift. Ketika pengguna menekan tombol shutter, kamera akan merekam banyak frame sekaligus sehingga pengguna bisa bebas memilih mana di antara frame tersebut yang paling sesuai keinginan.

Uniknya, pengguna juga bisa memilih untuk hanya mengubah bagian wajah subyek sehingga diperoleh hasil yang terbaik, misalnya ketika subyek menampilkan ekspresi wajah yang paling pas.   

Versi final dari perangkat BlackBerry 10 full-touch ini akan diungkap pada acara peluncuran tanggal 30 Januari 2013 mendatang, bersama dengan perangkat BlackBerry 10 yang dilengkapi keyboard QWERTY (Dev. C). Seperti apakah rupa perangkat-perangkat andalan RIM ini nantinya?

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/04/1149572/Menjajal.Ponsel.Full.Touch.BlackBerry.10.