BEC Promo (vertical)
Transaksi Non Tunai, Yay or Nay?
Rabu, 8 April 2015
dibaca: 3867 kali
electronic data capture
electronic data capture

Anda sudah pernah dengar tentang Less Cash Society?

Less Cash Society adalah sebutan untuk masyarakat yang gemar melakukan transaksi non-tunai. It means, saat bertransaksi, masyarakat tidak menggunakan uang fisik atau cash, melainkan menggunakan uang elektronik (e-money) . Inovasi ini memang tengah digencarkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Alasannya, penggunaan uang cash dinilai berpotensi menambah biaya distribusi dan disalahgunakan. Itulah mengapa transaksi berbasis e-money diklaim lebih simpel, mudah, cepat, dan aman.

Sejumlah contoh Implementasi Less Cash Society diantaranya Atm Banking, Sms Banking, Phone Banking, electronic money atau e-money hingga belanja daring atau dalam jaringan menggunakan debit online. E-money sendiri hingga saat ini sudah diterapkan di dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebut saja, supermarket, pom bensin, belanja di toko fisik, hingga bayar parkir, sudah menyediakan mesin Electronic Data capture dengan berbagai macam bank. Tujuannya : masyarakat yang biasanya membayar dengan menggunakan uang cash atau fisik, akan beralih ke pembayaran dengan uang elektronik.

Lalu bagaimana posisi bank dalam hal ini? Bank tentu saja memegang peran penting dalam memberi dukungan terwujudnya Less Cash Society. Sebagai lembaga operator, bank memastikan agar layanan nontunai dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, rata-rata transaksi uang elektronik hingga Februari 2015 sebesar 891 ribu transaksi atau 12 miliar rupiah perhari. Melampaui angka rata rata harian menggunakan kartu kredit yakni 691 ribu. Angka ini kian masiv seiring gencarnya sosialisasi yang dicanangkan pemerintah.

Di sisi lain, pengamat perbankan Eko B Supriyanto menyatakan, dalam jangka pendek, pembatasan transaksi tunai akan berdampak negatif pada aktivitas ekonomi. Namun, dalam jangka panjang, hal itu akan berdampak positif sebab transaksi nontunai akan mendominasi dan membuat perekonomian efisien dan murah. ”Transaksi nontunai juga efektif mencegah pencucian uang,” ujar Eko.

Sumber : diolah dari berbagai sumber